Mengulas informasi seputar bisnis dan gaya hidup.

Ravi Shankar Masih Bermusik Diumur 91

Guru sitar pentolan The Beatles; George Harrison, Ravi Shankar, masih memukau di usia 91. Tentunya di antara pembaca adetruna.com, masih ada yang mengingat berita tentang awal mula karir bermusik di kancah internasional dari sosok Ravi Shankar. 1967, Ravi Shankar tampil di Woodstock, takhanya di situ saja, Ravi pun tampil di Monterey Pop Festival. Dua festival yang paling berpengaruh kala itu.


Saat ini usia sudah 91 tahun, namun daya ingatnya masih saja kuat. Saat ditanya tentang 'apa yang diingat dari festival Monterey?' Ravi menjawab, 'Saya berjalan menuju arah dimana Jimi Hendrix melakukan aksi panggung membakar gitarnya.'

Dan kini, beberapa waktu yang lalu, di Los Angeles, tepatnya di Disney Concert Hall, Ravi Shankar tampil menghibur. Dan kepada Reuter Ravi mengkisahkan perjalanan bermusiknya mulai dari tahun 60-an, takterkecuali pertemanannya dengan musisi legendaris, pentolan The Beatles; George Harisson.

Pemenang Grammy Award hingga tiga kali ini, sering berkolaborasi dengan musisi papan atas dunia—khususnya musisi Amerika dan Inggris. Dan, terbukti di 2011 ini, meskipun usia taklagi muda masih disibukan dengan aktifitas berkeseniannya.

Dalam keterangannya saat diwawancara, Ravi baru saja merampungkan 5 pertunjukannya di Eropa, tepatnya di Birmingham, London, lalu di Festival Edinburgh, kemudian terbang ke Oslo-Norwegia, rencananya taklama lagi Ravi menuju San Fransisco dan Escondido.

Sitar adalah alat yang senantiasa dimainkan oleh Ravi Shankar. Sebuah alat musik tradisional peninggalan abad ke-16 budaya India. Hampir pada setiap pertunjukannya, Ravi Shankar menghibur penggemarnya yang menyaksikan konsernya dengan memainkan musik yang bernama Raga India. Raga India menurut Ravi Shankar, "Sebuah format musik yang sangat populer dengan banyak variasi ritmik di dalamnya."

Pengalaman bermusiknya sangat dalam sekali. Pertama kali membawakan alat tradisional Asia di kancah musik Amerika saat tampil di Festival Monterey. Masih melekat di dalam benak Ravi Shankar, siapa saja musisi yang saat itu tampil di panggung yang sama. Ravi menyebut beberapa nama yang hingga kini masih melegenda di blantika musik dunia, semisal Jimi Hendrix, The Who, Simon and Garfunkel, Otis Redding, serta The Mamas and The Papas.

"Saat The Who merusak hampir seluruh instrumen musik yang mereka gunakan di penghujung lagu itu sungguh luar biasa. Tetapi adalagi yang lebih dahsyat dari semua aksi panggung, yaitu saat Jimi Hendrik memandikan gitarnya dengan bensin dan mulai membakarnya...Itu yang sungguh mengesankan! Suatu hal yang takmungkin aku lakukan... Ravi Shankar

Ravi Shankar dalam setiap konser menyempatkan untuk menyampaikan pesan moral. Menurutnya, dari dulu musik Amerika kental dengan obat-obatan terlarang, cinta bebas, dan berbagai macam kegiatan buruk lainnya. Dalam setiap konser, Ravi Shankar tampil memukau meski usia sudah memasuki 91 tahun. Ravi selalu berpesan dan membutuhkan apresiasi dari penonton. Bagaimana penonton akan mampu apresiatif jika dalam keadaan mabuk, bercinta bebas, taksadarkan diri?

"Aku takmau diperlakukan, atau musik saya diperlakukan seperti itu.. Saya ingin takada asap rokok mengepul di udara sekitar panggung. Takada asusila, dilarang bercinta bebas, dilarang menggunakan obat-obatan terlarang. Aku butuh apresiasi penonton."—Ravi Shankar

Persahabatan Ravi dengan George Harisson
Menurut pengakuannya, George Harisson-lah yang memperkenalkan Ravi dengan dunia musik Amerika. Awalnya, keduanya (George dan Ravi) berkolaborasi untuk konser amal untuk Bangladesh tahun 1971 di Los Angeles.

Selanjutnya, George membawa Ravi dan mempertemukan dengan Bob Dylan dan teman-teman musisi yang lain. Dan digelar acara amal yang lebih besar. Saat itu tiket ludes terjual... Acara amal ini langsung tersebar ke seantero dunia dalam waktu cukup 24 jam.

Ravi Shankar mengajari George Harisson bermain sitar, sebelum The Beatles menulis lagu, "Norwegian Wood" dan "Within You Without You". Saat ditanya, "Apakah George murid yang baik?" Ravi menjawab, "Taksaja baik, George seorang sahabat yang mengagumkan.."

"George seorang murid yang bersahaja, sudah seperti keluarga, teman, banyak sekali kenangan manis... Seperti saat sama-sama terbang ke Mumbai tahun 1974 dan 1975. Kala itu saya melaksanakan konser selama 45 menit bersama teman-temanku yang lain... Selanjutnya, George tampil pula bersama teman-temannya. Program inipun dibantu olehnya (George) diperkenalkan di seluruh Amerika Serikat."—Ravi Shankar

Itulah sepenggal kisah tentang "Ravi Shankar Masih Bermusik di Umur 91" — Di Indonesia, siapa ya musisi setua Ravi? :inada [sumber]